Laman

Jumat, 12 April 2013

Daftar Nama Bupati Tulungagung

Nah, yang ini, adalah sekilas nama-nama Bupati / Kepala Daerah yang pernah memegang PEMERINTAHAN di Kabupaten saya:

1. KYAI NGABEHI MANGUNDIRONO bupati Ngrowo di Kalangbret-Tulungagung
2. TONDOWIDJOJO bupati Ngrowo di Kalangbret-Tulungagung
3. R.M. MANGOENNEGORO bupati Ngrowo di Kalangbret-Tulungagung
4. R.M.T. PRINGGODININGRAT bupati Ngrowo di Tulungagung 1824-1830
5. R.M.T. DJAJANINGRAT bupati Ngrowo di Tulungagung 1831-1855
6. R.M.A SOEMODININGRAT bupati Ngrowo di Tulungagung 1856-1864
7. R.T. DJOJOATMOJO bupati Ngrowo di Tulungagung 1864-1865
8. RMT GONDOKOESOEMO bupati Ngrowo di Tulungagung 1865-1879
9. RT SOEMODIRJO bupati Ngrowo di Tulungagung 1879-1882
10. RMT PRINGGOKOESOEMO bupati Ngrowo di Tulungagung 1882-1895
11. RT PATOWIDJOJO bupati Ngrowo di Tulungagung 1896-1901
12. RT COKROADINEGORO bupati Tulungagung 1902-1907
13. RPA SOSRODININGRAT bupati Tulungagung 1907-1943
14. R. DJANOEISMADI Kenchoo Tulungagung 1943-1945
15. R. MOEDAJAT bupati Tulungagung 1945-1947
16. R. MOCHTAR PRABU MANGKUNEGORO bupati Tulungagung 1947-1950
17. R. MOETOPO bupati Tulungagung 1951-1958
18. DWIDJOSOEPARTO kepala daerah Tulungagung 1958-1960
19. KASRAN bupati Tulungagung 1958-1959
20. R. SOERYOKOESOEMO Pd. Bupati 1959-1960
21. M. POEGOEH TJOKROSOEMARTO bupati/kepala daerah 1960-1966
22. R. SOENDARTO Pd. Bupati/Kep.Daerah 1966-1968
23. LETKOL (U) SOENARDI bupati/kepala daerah 1968-1973
24. LETKOL INF. MARTAWISOEROSO bupati/kepala daerah 1973-1978
25. SINGGIH bupati/kepala daerah 1978-1983
26. DRS.MOH. POERNANTO bupati/kepala daerah 1983-1987
27. DRS. H. JAIFUDIN SAID
28. IR. HERU CAHYONO, M.Si sampai sekarang

Kamis, 11 April 2013

Arti Nama Tulungagung

Arti nama TULUNGAGUNG
TULUNGAGUNG, sesuai namanya, berasal dari kata TULUNG dan AGUNG. Kata TULUNG mempunyai dua arti :

Pertama : TULUNG dalam bahasa Sansekerta artinya SUMBER AIR atau dalam bahasa Jawa dapat dikatakan umbul.

Kedua : TULUNG yang berarti pemberian, pertolongan atau bantuan.
Adapun AGUNG berarti besar.

Jadi, lengkapnya TULUNGAGUNG mempunyai arti “SUMBER AIR BESAR atau “PERTOLONGAN BESAR”

Meskipun SUMBER AIR, dan PERTOLONGAN itu berlainan artinya, namun di dalam sejarah kota saya ini, keduanya tidak dapat dipisahkan karena mempunyai hubungan erat sekali dalam soal asal-mula terbentuknya daerah maupun perkembangan kota saya ini.

Dahulu, orang menyebutnya kabupaten Ngrowo. Ialah sebuah daerah yang sesuai dengan keadaan daerahnya yang, berupa rawa-rawa. Lalu lintas perhubungan di kabupaten Ngrowo ini dilakukan melalui sungai, terutama lewat sungai yang sekarang masih disebut sungai Ngrowo.

Di daerah Ngrowo ini banyak terdapat sumber air. Diantara sumber air yang termasuk besar, sekarang sudah menjadi alun-alun. Nah, tempat di sekitar alun-alun inilah yang dinamakan TULUNGAGUNG. Makanya, di atas tadi TULUNGAGUNG sangat erat kaitannya dengan sumber air dan airnya pun merupakan sumber air yang BESAR = AGUNG.

 Dulu, daerah Ngrowo ini tidak seluas sekarang. Semenjak daerah ini diubah menjadi kabupaten, maka diperluaslah daerahnya.

TULUNGAGUNG waktu itu menerima wilayah dari kabupaten lain di sekitarnya pada abad ke-19. Jangan heran kalau daerah-daerah di Jawa Timur pada mau menyumbangkan daerahnya. Ini karena orang-orang di daerah Jawa Timur itu pada luman-awean (suka member, gitu), seperti Kabupaten Blitar yang menyumbang daerah Ngunut, nama kecamatan dimana saya bertempat tinggal. Kemudian, Kabupaten Ponorogo yang menyumbangkan daerah pegunungan Trenggalek, dan Pacitan yang memberikan daerah Pantai selatan, seperti Pantai Prigi, Ngrayun, Panggul, dan Jombok.

Tuh, kelihatan kan, gotong royongnya… J

Dengan demikian, jadilah daerah TULUNGAGUNG itu meliputi daerah Trenggalek juga. Bantuan dari daerah-daerah sekitar TULUNGAGUNG tersebut merupakan bantuan yang sangat besar dan berharga bagi masyarakat Tulungagung sendiri.